DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

Kelompok IKM Sorai Oil Liko dan Anyaman Mansiang Taratak Terima Bantuan Peralatan Dari LPPM Universitas Andalas

Admin
Selasa, 13 Oktober 2026
6 Dibaca
...

ma Puluh Kota, Diskominfo--Bupati Lima Puluh Kota Safni menyerahkan bantuan peralatan pengolahan limbah minyak Atsiri, produksi anyaman Mansiang serta penyerahan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) anyaman Mansiang kepada kelompok IKM Sorai Oil Liko dan Anyaman Mansiang Taratak di Aula Rumah Dinas Bupati, Labuah Basilang Payakumbuh, Selasa (13/10/2026).

 

Kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Lima Puluh Kota terkhusus penerima bantuan agar dapat menjaga, merawat dan memanfaatkan peralatan secara maksimal, jangan sampai peralatan ini hanya menjadi pajangan, kata Safni.

 

Atas nama Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Andalas, khususnya melalui Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)

 

Melalui hilirisasi riset dan ilmu pengetahuan ke tengah masyarakat untuk mendorong peningkatan kelas dan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM).

 

Kita memiliki komoditas unggulan seperti Minyak Atsiri dan Tanaman Mansiang yang berlimpah." Selama ini tantangan terbesar adalah bagaimana mengolah potensi mentah menjadi produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan, ucap Safni.

 

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat

Universitas Andalas Dr. Deivy Andhika Permata mengucapkan, Atas nama keluarga besar Universitas Andalas, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, khususnya Bupati, atas dukungan penuh yang diberikan kepada sinergi dunia akademik dan masyarakat ini.

 

Melalui kegiatan ini, kami memfokuskan pendampingan pada dua judul kegiatan strategis yang langsung menyentuh potensi dan kebutuhan riil di tengah masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota, yaitu Penguatan Usaha Anyaman Mansiang Taratak melalui Program Inkubasi Bisnis di Jorong Taratak.

Implementasi Konsep Zero Waste pada Usaha Minyak Atsiri Sorai Oil Liko melalui Konversi Limbah Penyulingan menjadi Produk BioEnergi.

 

Kedua program ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial atau hilirisasi riset di atas kertas, melainkan sebagai wujud nyata dampak dan kebermanfaatan langsung bagi mitra binaan kita.

 

"Perguruan tinggi memiliki kewajiban moral untuk memastikan bahwa setiap inovasi, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang lahir dari kampus benar-benar menjadi solusi atas persoalan ekonomi dan lingkungan di masyarakat."

Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa sentuhan akademis memberikan dampak turunan yang signifikan, Penguatan Ekonomi dan Daya Saing Produk Lokal.

 

Melalui program inkubasi bisnis untuk Usaha Anyaman Mansiang Taratak, para perajin tidak hanya didorong untuk melestarikan warisan budaya dan kearifan lokal, tetapi juga dibekali dengan tata kelola manajemen usaha yang profesional, standarisasi mutu, hingga perluasan akses pasar digital. Dampak jangka panjangnya adalah peningkatan omzet, perluasan lapangan kerja lokal, dan naiknya kelas produk mansiang menjadi komoditas unggulan daerah. Yang diketuai oleh Dr. Ir. Prima Fithri

 

Efisiensi Biaya dan Penerapan Ekonomi Sirkular (Circular Economy). Pada Usaha Minyak Atsiri Sorai Oil Liko, pendekatan zero waste menjawab tantangan klasik pengolahan industri kecil. Limbah hasil penyulingan yang selama ini kerap menjadi persoalan lingkungan kini dikonversi menjadi produk bioenergi yang bernilai ekonomis. 

 

Dampak langsung bagi mitra adalah efisiensi biaya produksi, terciptanya sumber energi alternatif yang mandiri, serta terwujudnya praktik industri hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Yang diketuai oleh Dr. Ir. Wenny Surya Murtius

 

Keberhasilan program ini tentu tidak akan terwujud tanpa adanya kolaborasi yang erat antara akademisi Universitas Andalas, para pelaku usaha sebagai mitra utama, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Lima Puluh Kota.

 

"Kami berharap, melalui sinergi yang kuat ini, Kabupaten Lima Puluh Kota dapat terus tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada inovasi teknologi tepat guna dan kelestarian lingkungan, tambah Dr. Deivy Andhika Permata Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Andalas.(**)

share Bagikan berita
facebook Facebook
whatsapp Whatsapp
twitter Twitter

Feedback