Limapuluh Kota - Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, bersama Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha melakukan zoom meeting dengan tenaga pendidik se-Kabupaten Limapuluh Kota dari Ruang Rapat Bupati di Kantor Bupati Bukik Limau, Sarilamak, Sabtu (14/2/2026).
Dalam arahannya, Bupati Safni dan Wabup Ahlul Badrito Resha menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak boleh sekadar berjalan secara administratif. la menginginkan pendidikan di Limapuluh Kota benar-benar menjadi ruang pembentukan karakter dan masa depan generasi.
"Saya tidak ingin pendidikan hanya fokus pada administrasi. Kita ingin zero kasus di dunia pendidikan Limapuluh Kota. Jangan sampai ada hal-hal yang mencoreng nama baik daerah kita," tegasnya.
Menurutnya, Limapuluh Kota memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh besar, termasuk para profesor dan akademisi yang berkiprah di tingkat nasional. Menurutnya, hal itu menjadi aset dan kebanggaan daerah yang harus terus dijaga.
"Kita ini daerah yang melahirkan banyak orang hebat. Pendidikan adalah aset utama kita. Mari kita wujudkan Limapuluh Kota sebagai kabupaten pendidikan," ujarnya.
Mereka juga menyinggung perjuangan tenaga honorer yang selama ini mengabdi dalam keterbatasan. Pemerintah daerah, katanya, terus berupaya memperjuangkan nasib tenaga pendidik, termasuk honorer, agar mendapatkan perhatian yang layak.
Dikatakan, bahwa guru harus menjadi inspirator bagi peserta didik, bukan sekadar pengajar.
"Guru adalah teladan. Anak-anak kita meniru apa yang mereka lihat. Maka mari kita jaga marwah profesi ini," katanya.
Pimpinan daerah itu juga berharap seluruh tenaga pendidik bersama-sama menjaga integritas dan kualitas pendidikan, sehingga Limapuluh Kota benar-benar menjadi daerah yang unggul dalam sumber daya manusia. (*)
Feedback