Berita Terkini

CERITAKAN PENGALAMANNYA, BUPATI SAFARUDDIN MOTIVASI MAHASISWA POLITANI

Post Title

Limapuluh Kota, Kominfo --- .....Seorang pemimpin adalah penyalur harapan....(Kaisar Perancis,  1804-1815).  Ratusan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuhdi Gedung Serba Guna Politani  pada Minggu (26/06/2002) bak tersihir pandangannya ke mimbar utama. Di sana berdiri Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo. Apa pasal? Mereka terkesima dengan uraian Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo tentang kepemimpinan. Ya, hari itu Bupati Safaruddin selalu tampil low profile di daulat memberi motivasi sekaligus sebagai narasumber utama (keynote speech) pada Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD)  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politani.  Topik yang diangkat tentang kepemimpinan yang dinukil dari perjalan karir Bupati Safaruddin di politik dan pemerintahan.  Topik yang disampaikan dengan rileks dan komunikatif oleh  Bupati Limapuluh Kota, membuat calon-calon pemimpin muda terlihat menikmati kalimat-demi kalimat yang meluncur dari mulut Bupati Safaruddin.
"Sangat menarik apa yang disampaikan oleh Bapak Bupati, hari ini kami memperoleh bekal kepemimpinan dari sumber yang kompeten. Kami baru tahu ternyata Pak Bupati, telah bergumul dengan organisasi semenjak muda dan ini sangat menginspirasi sekali," ujar Fakhrurazzy peserta LKTD.

Sepertinya Fakhurrazzy tidak salah dengan pendapatnya. Jika mengarungi jejak-jejak kepemimpinan Bupati Safarudddin, sosoknya boleh dibilang langka dalam lanskap politik dan pemerintahan di Sumatera Barat.  Barangkali hal itu juga tak pernah terpikir oleh Bupati Safaruddin sekali pun. Itu berawal saat Safaruddin muda diminta oleh orang kampungnya menjadi Kepala Desa Baruh Gunung,  Kecamatan Perwakilan Suliki di tahun 1983. Sebelumnya, ia sudah aktif di organisasi Karang Taruna. Tak hanya itu, kegemarannya berorganisasi akhirnya mengantarkan dirinya ke dunia politik. Safaruddin  berlabuh  di Partai Golongan Karya. Semua ia jalani dengan sungguh-sungguh. Buahnya pada tahun 1992, Safaruddin untuk pertamakalinya dipercaya menjadi anggota DPRD Limapuluh Kota.  Hebatnya, lakon sebagai anggota parlemen di Kabupaten Limapuluh Kota dijalaninya selama  lima periode. Bahkan, periode 2014-2019,  ia menjadi Ketua DPRD Limapuluh Kota. Atas harapan dari masyarakat Limapuluh Kota, saran pendukung serta kompetensi yang dimilikinya, Safarurudin pun mengadu nasib ke DPRD Provinsi Sumatera Barat. Dengan  basis dukungan kuat dari massa akar rumput serta pengalaman karir politik yang terentang panjang, tiket sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat pun dikantonginya.  Keinginan yang menggelora  untuk mengabdi  ke kampung membuat Safaruddin terjun dalam hiruk pikuk Pemilihan Kepala Daerah Limapuluh Kota Tahun 2020. Ia berpasangan dengan Rizki Kurniawan Nakasari. Pasangan yang dikenal  SAFARI ini memenangkan gelaran Pilkada Limapuluh Kota.  Hampir empat puluh tahun setelah Safaruddin muda menjadi Kepala Desa Baruh Gunung, pada tanggal 26 Februari 2021, ia dipercaya warga Luak Limopuluah menjadi Bupati Limapuluh Kota.  

Menilisik cerita ini, perjalanan panjang karir politik dan pemerintahan dari anak tangga terbawah di level desa tak ayal mengundang decak kagum siapa pun.  Bupati Safaruddin laksana kamus berjalan tentang bagaimana berada di ekosistem politik dan pemerintahan. Bagi generasi muda ia menjadi 'guru politik' yang murah berbagi ilmu dan pengalaman. Sepertinya, inilah yang membuat peserta LKTD terpaku ditempat duduknya takkala Bupati Safaruddin mengurai tentang apa dan bagaimananya sebuah kepemimpinan di organisasi. 
"Untuk mencapai posisi saat ini sebagai Bupati Limapuluh Kota prosesnya tidaklah instan. Perjuangan yang dimulai dari bawah yaitu menjadi Ketua Karang Taruna di Nagari, selanjutnya menjadi Sekretaris Desa, seterusnya Kepala Desa, hingga menjabat Anggota DPRD Limapuluh Kota Lima Periode, serta promosi menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat tentunya banyak ditemui berbagai kesulitan. Namun dengan tekad yang kuat dan semangat untuk mengabdi menjadikan rintangan tersebut sebagai proses dalam kehidupan," begitu resep Bupati Safaruddin kepada mahasiswa Politani peserta LKTD.  Bupati Safaruddin diantara uraiannya memang sering menekankan betapa pentingnya tekad yang kuat untuk menggeluti aktivitas berorganisasi sebagai basis untuk mengembleng calon-calon pemimpin. Bupati Safaruddin yang hari itu tampil berkopiah, hem putih dan celana gelap mengatakan sangat bahagia hadir diantara mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. "Di tangan anak muda, mahasiswa lah ditiitipkan nasib bangsa nantinya, untuk itu kita perlu anak muda yang berkarakter kuat dalam memimpin," jelas Bupati Safaruddin. Karakter yang kuat itu dibutuhkan tak hanya memberi sinar bagi orang-orang yang dipimpinnya tetapi juga bagaimana memimpin dirinya sendiri. Pemimpin pun wajib memiliki mimpi. Mimpi yang tak sekedar mimpi, namun dielaborasi menjadi visi bagi organisasi yang digelutinya. Cukupkah sampai di situ? Ternyata kata Bupati Safaruddin,  "Tidak hanya itu, pemipin harus menetapkan tujuan, dengan mengatur langkah yang akan dikerjakan dan target maupun prestasi yang akan diraih." 
Betapa pentingnya bergumul dengan kepemimpinan dan organisasi, kata Bupati, akan membawa kepada terbentangnya jaringan dan konektivitas dengan pelbagai pihak. Bekal jaringan inilah yang akan menentukan aktualisasi diri mahasiswa di masa depan.  

Bercerita tentang Kabupaten Limapuluh Kota, Bupati Safaruddin menaruh harapan besar akan kiprah mahasiswa Politani membantu program-program unggulan Limapuluh Kota.  Terlebih lagi, misi daerah adalah mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi lintas sektoral yang memiliki daya saing di tingkat lokal dan regional. "Prioritas dan program unggulan kita pertanian, kita harapkan  membantu program-program unggulan Limapuluh Kota sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Lima Puluh Kota, Sumatera Barat hingga Indonesia. Begitulah Bupati Safaruddin, dirinya yang sarat pengalaman politik dan pemerintahan, seperti kata Kaisar Perancis, pemimpin adalah penyalur harapan. Hari itu ia menyalurkan harapan kepada anak-anak muda, mahasiswa Politani untuk menjadi pemimpin yang punya tekad dan karakter kuat untuk merenda masa depannya. (MFS/Kominfo)