Berita Terkini

LIMAPULUH KOTA DAN PAKPAK BHARAT, SUMUT SEPAKAT SEJAHTERAKAN PETANI GAMBIR

Post Title

Limapuluh Kota, Kominfo—-Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara mencetuskan kesepakatan untuk menyejahterakan  petani gambir.  Caranya dengan mengintensifkan berbagi pengalaman dan pengetahuan antar pelaku utama dan usaha gambir di kedua daerah. Utamanya dalam membenahi mutu produksi dan inovasi olahan gambir.  Tindakan ini diharapkan bermuara kepada meningkatnya  nilai tambah dan membaiknya daya tawar pada pemasaran produk gambir. 
Di segi lain pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan  dalam produksi gambir agar terus menyediakan fasilitasi dan pendampingan kepada pelaku utama dan usaha  dari hulu ke hilir, mulai aspek budidaya gambir, teknologi pengolahan sampai kepada  tata niaga gambir yang saling menguntungkan di antara pelaku-pelakunya.

Demikian rangkuman sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Limapuluh Kota Widya Putra dan Bupati Pakpak Bharat Sumatera Utara Frans Bernhard Tumanggor dalam acara Temu Ramah peserta Studi Banding petani Gambir Pakpak Bharat ke Kabupaten Lima Puluh Kota yang diselenggarakan di Aula Rumah Dinas Bupati, Rabu (15/12/2021).  Delegasi Kabupaten Pakpak Bharat yang dipimpin langsung Frans Bernhard Tumanggor  dua hari sebelumnya didampingi jajaran Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan telah melakukan studi banding budidaya dan pengolahan gambir di Kecamatan Mungka. 
Turut hadir dalam acara ramah tamah tersebut Asisten III Bidang Administrasi Umum Ahmad Zuhdi Perama Putra, Plt Kepala Dinas Tanamam Pangan Hortikultura dan Perkebunan Mayangsari Ekalisa, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pakpak Bharat Maringan Bancin, Penyuluh Pertanian dan Petani gambir Kabupaten Pakpak Bharat serta tamu undangan lainnya.

Widya Putra menuturkan Provinsi Sumatera Barat mampu memasok 80 - 90% dari total produksi gambir nasional dan 90% produksi gambir Sumatera Barat berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Komoditas Gambir menjadi salah satu komoditas unggulan di Limapuluh Kota. Dilansir dari data Distanhorbun Limapuluh Kota pada tahun 2019, Produksi gambir di Kabupaten Limapuluh kota mencapai 7.137,98 ton dengan luas lahan sebesar 17.521 ha. Produksi terbesar berada di Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Pangkalan yang sebagian besar masyarakat di kecamatan tersebut menggantungkan hidupnya dari budidaya tanaman Gambir. "Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus berupaya meningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) petani gambir dalam penguasaan teknologi untuk pengelolaan produk yang menghasilkan kualitas terbaik. Dengan menjaga standar kualitas produk serta inovasi dan kerjasama semua pihak, mudah-mudahan potensi pertanian gambir dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat," tutup Widya Putra.

Pada kesempatan yang sama Frans Benhard Tumanggor menyampaikan Apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang telah menerima serta mentransfer ilmunya kepada Rombongan Studi Banding Penyuluh Pertanian serta Petani gambir Pakpak Bharat. Lebih lanjut Frans Benhard mengatakan, sebagai salah satu produsen gambir terbesar di dunia, Kabupaten Pakphak Barat banyak belajar dari Kabupaten Limapuluh Kota yang telah berhasil melakukan hilirisasi serta inovasi terhadap produksi Gambir. "Berdasarkan hasil studi lapangan yang dilaksanakan tim di Kecamatan Mungka, beberapa produk  diversifikasi gambir yang dihasilkan antara lain teh gambir, jelly gambir, teh botol daun gambir, bahan industri makanan serta bahan pewarna pakaian serta pupuk organik dari sisa kempaan daun gambir," tutur Frans Benhard. Lebih lanjut  Bupati Pakpak Bharat tersebut berharap pemerintahnya akan terus menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dalam upaya meningkatkan produksi serta mutu kualitas Gambir dan akhirnya petani Gambir di kedua daerah bisa hidup sejahtera. (MFS/KOMINFO)