Berita Terkini

MULAI BERDETAK “JARUM JAM” PEMBANGUNAN GSG GONJONG LIMO, BENGKALIS, RIAU

Post Title

Kominfo, Bengkalis—Penantian panjang perantau Luak Limopuluah untuk  memiliki gedung pertemuan yang diidamkan akhirnya terwujud. Di lahan seluas seluas 1000 m2, di Jalan Pahlawan Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis bakal berdiri Gedung Serba Guna (GSG) Gonjong Limo Kabupaten Bengkalis. 

Lokasi ini berjarak 169 kilometer sebelah utara Kota Pekanbaru, bangunan ini sepertinya bakal jadi ‘prasasti’ tentang simpul persaudaraan, rasa badunsanak dan senasib sepenanggungan warga Luak Limopuluah di rantau. Rasa persaudaraan itu tetap kental walau berada jauh dari kampung halaman. Lahan itu juga manifestasi dari tuturan .”kok pai merantau, ibu dicari dunsanak dicari, induak samang tantunyo dicari dahulu.”

GSG Bathin Solapan ini nantinya menjadi simpul badunsanak antar warga Luak Limopuluah di kabupaten yang kaya minyak dan gas ini. 

“Alhamdullilah ide dunsanak dirantau yang telah disepakati, hari ini bisa kita wujudkan, untuk memiliki tempat  berkumpul antar sesama kita di rantau,” ujar Joli Marta Selaku Ketua Gonjong Limo Bathiin Solapan (BS) dengan wajah semringah kepada Tim Diskominfo Limapuluh Kota.

Tentu semuanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Sadar bahwa silahturahmi antar warga di perantauan tidak hanya saling berkabar saja, sesekali tentu butuh ‘kopi darat’ untuk sekedar bercengkrama hingga menuangkan pokok pikiran kemajuan Gonjong Limo BS kedepan setelah hari demi hari bergelut dengan rutinitas. Diperlukan tempat untuk bercengkerama serta membahas ide-ide kemaslahatan bersama di tanah rantau dan di ranah.

Tak mau berpangku tangan, Gonjong Limo BS lantas berembuk untuk menyusun program pembangunan gedung serba guna yang nantinya menjadi pusat budaya, sosial dan kesenian yang telah mendapatkan hibah tanah dari seorang perantau dermawan, Irawandi, perantau asal Kurai,Suliki yang berdomisili di Kecamatan Mandau.

Semangat kebersamaan para perantau Gonjong Limo menghasilkan keputusan, setiap anggota "maisi katidiang" sebesar Rp.50.000 untuk modal awal pembangunan GSG. Dengan dana awal lebih kurang 100.000.000, pembangunan gedung yang nantinya didaulat menjadi pusat kebudayaan Minangkabau akhirnya terlaksana. Ditandai dengan perhelatan peletakan batu pertama, sebagai wujud dari cita-cita 3000 jiwa lebih perantau Gonjong Limo untuk memiliki gedung serba guna yang representatif.

Perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis semakin memicu semangat. “Awal pembangunan ini, saya serahkan dana sebesar Rp.10.000.000 dari Pemkab Bengkalis,” terang Bupati Kasmarni di depan perantau Gonjong Limo seantero Riau yang menyempatkan hadir pada acara tersebut.

Bupati Kabupaten Bengkalis Ibu Kasmarni, S. Sos, M.P bersama Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo,  Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunasz didaulat untuk secara bersama meletakkan batu pertama Gedung Serba Guna Gonjong Limo. Momen  itu disaksikan para tamu undangan beserta ratusan warga Luak Limopuluah Koto yang berhimpun di Gonjong Limo Kabupaten Bengkalis. Akhirnya,  ‘jarum jam’ pembangunan GSG Gonjong Limo, Bengkalis mulai berdetak. 

Pada perhelatan peletakan batu pertama yang berlangsung semarak pada Minggu, (28/11/2021) Bupati Safaruddin mengatakan angkat topi kepada tokoh-tokoh masyarakat perantau, jajaran pengurus Gonjong Limo BS, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, atas tekad warga Luak Limopuluah di Bathin Solapan untuk memiliki Gedung Serba Guna yg representatif sebagai pusat kegiatan perantau. Bupati Safaruddin optimis gedung ini akan menjadi tonggak pemersatu perantau di Kabupaten Bengkalis serta menjadi pembuktian sikap urang awak yang menghargai lingkungan selama di perantuan. Dima bumi dipijak,
Di situ langik dijunjuang..
(Tim Kominfo)