Berita Terkini

ASA WISATA DI , “NEW ZEALAND”-NYA KABUPATEN LIMAPULUH KOTA

Post Title

Hamparan sabana hijau bersatu dengan langit biru yang membentang luas. Kerumunan sapi berkeliaran bebas menyantap rumput yang tumbuh subur.  Banyak yang mengatakan pemandangan ini mirip dengan peternakan sapi di New Zealand, tapi siapa nyana sabana ini berlokasi di Kabupaten Limapuluh Kota.

Kawasan yang memesona ini, dalam dialek lokal disebut Padang Mangateh. Resminya hari ini merupakan unit pelaksana teknis di bawah  bernama Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas. Dari sinilah bibit unggul untuk memperbaiki sifat genetik dan mutu daging ditebar ke antero Nusantara. Lokasinya berada di Nagari Mungo, Kecamatan Luak sekitar 20 km dari Kantor Bupati Lima Puluh Kota. 

Sadar akan potensi keindahan alam dan atraksi kawanan ratusan sapi yang tiada duanya, Kabupaten Limapuluh Kota membidik wilayah ini sebagai kawasan wisata unggulan. 

“Bersama Lembah Harau, Kampuang Sarugo, Padang Mengatas akan kita jadikan kawasan wisata unggulan,” papar Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo pada Rakor Pemkab Limapuluh Kota beberapa waktu lalu. 

Kabupaten Limapuluh Kota juga sudah mengkomunikasikan hal ini kepada Kementerian Pertanian RI sebagai pemilik BPTU-HMT Padang Mengatas. Terlebih pasca kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Padang Mengatas Oktober 2015 lalu, kawasan ini semakin ramai dikunjungi wisatawan dari dalam dan luar Kabupaten Limapuluh Kota. Namun, karena fungsinya bukan untuk kawasan wisata, pihak BPTU-HMT hanya membuka diri untuk pengunjung dalam jumlah terbatas. 

Bak gayung bersambut, asa Kabupaten Limapuluh Kota direspon hangat oleh Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi.

“Kita berharap kawasan ini  untuk edu-tourism dan eco-tourism, nantinya, bahkan dalam skala internasional,” terang Wamentan RI didampingi Wakil Bupati Limapuluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri, pada kunjungan kerjanya ke BPTU-HMT Padang Mengatas, Minggu (28/11/2021). Bahkan, ia berjanji untuk mengapungkan keinginan Kabupaten Limapuluh Kota pada sidang Kabinet yang biasanya dipimpin  Presiden RI. 

Lantas bagaimana sejarah BPTU Padang Mengatas itu sendiri? Fasilitas UPT Kementan RI ternyata  berdiri sejak zaman kolonial Belanda tahun 1916 dan dijadikan sebagai peternakan kuda oleh pemerintah Hindia Belanda. Lalu pada tahun 1936, hewan ternak lainnya didatangkan dari Benggala,India yaitu sapi Zebu. Sempat terbengkalai saat revolusi kemerdekaan, tahun 1950, Wakil Presiden Dr.Moh Hatta membenahi peternakan ini dan dijadikan sebagai Stasiun Peternakan Pemerintah.

Pada tahun 1955, peternakan sapi Padang Mengatas berhasil menjadi peternakan terbesar di wilayah Asia Tenggara. Selain dijadikan peternakan, tempat ini juga dijadikan penelitian para akademisi bidang peternakan serta menjadi perkembangan penelitian tentang pakan rumput hijau terbaik.

BPTUHPT Padang Mengatas memiliki luas hampir 280 hektar dengan populasi lebih dari 1300 ekor. Terletak di pinggang Gunung Sago dengan ketinggian 700-900 meter dari permukaan laut, menjadikan tempat ini sejuk dan segar. Dengan banyak potensi yang dimiliki, tentu BPTUHPT layak dijadikan icon edu wisata Kabupaten Limapuluh Kota.(AEP)