Berita Terkini

Diskominfo Adakan Talkshow Bersama Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan

Post Title

Lima Puluh Kota, Diskominfo - Dinas Komunikasi dan Informatika kembali mengadakan talkshow di Radio Safasindo, Payakumbuh, Kamis, (7/11)

Talkshow kali ini dengan narasumber Ir. Eki Hari Purnama, M.Si, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan. Dalam talkshownya, Eki menyampaikan tugas pokok dan fungsi Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan adalah membantu kepala daerah dalam urusan tanaman pangan holtikultura dan perkebunan, menangani urusan tanaman pangan holtikultura mulai dari pra panen, pasca panen, penyuluhan dan upaya peningkatan kualitas tani. Juga sebagai sitem penyelenggaraan pembangunan nasional, aspek dan tugas penyaluran sarana produksi dan meningkatkan nilai-nilai tambah dari perkebunan.

Lima Puluh Kota dengan ciri penduduk agraris memiliki mata pencarian utama pertanian. Sektor pertanian pembentuk 36% lebih, Sumbar nomor 1 dalam sentral ubi kayu, jagung, juga manggis dengan produksi terbesar. Penyaluran 80.000 manggis di Kabupaten Lima Puluh Kota 50 kota.
.
"Kita di Kabupaten Lima Puluh Kota juga sentral gambir, secara nasional komoditi penghasil secara devisa, karet, dan kakao. November ini produksi padi agak meningkat, walaupun berhadapan dengan masa kemarau, jagung juga meningkat. Namun manggis mengalami penurunan, karena tidak musim. Secara umum 2019 agak sedikit mengalami peningkatan namun tidak signifikan. Hanya 3 % peningkatannya dalam tanaman padi dan jagung.", jelas Eki.

Lima Puluh Kota juga dikenal sebagai peternak ayam petelur, bahkan populasinya bisa 8 - 10 kali lipat penduduk.
Sehingga kebutuhan jagung bisa mencapai 350 ton perhari. Namun kita hanya bisa memenuhi 30% dari kebutuhan tersebut.
Yang dilakukan saat ini adalah bagaimana meningkatkan akses, dan ketersediaan produksi jagung untuk petani. Sebahagian masyarakat di Kapur IX melakukan perluasan lahan jagung, dengan topangan kredit usaha rakyat. Untuk permodalan petani yang produktif dengan Skema kredit modal, seperti program nawacita.

Perkebunan sampai November 2019 sedikit naik, namun lebih bagus 2018, di karenalan faktor iklim, saluran dan sebagainya. Karna pengaruh iklim, sawahpun ditanami jagung, yang biasanya bisa 2 kali tanam, menjadi cuma 1 kali tanam. Begitupun dengan tanaman jeruk.